essay pertama
Urgensi Spiritual bagi Suatu Bangsa
Indonesia, Negara yang mempunyai banyak masyarakat, dan dari masyarakat tersebut terdapat banyak keanekeragaman budaya, tradisi, agama, dll. Bahkan jangan tanyakan lagi keadaan alamnya. Namun dari situ lah menjadi PR besar bagi pemimpin Indonesia sebagai penggerak untuk bersama-sama memajukan negara ini. Melihat keadaan Indonesia yang sekarang, banyak sekali perubahan positif sejak tahun1945. Sistem pemerintahan mulai tertata, pembangunan mulai merata dll. Negara kita ini mulai sempurna, namun mengapa kita masih tertinggal dengan Negara tetangga yang lahirnya masih duluan kita? Pertanyaan besar yang ku tanggapi bahwa “kita ini belum bisa menghadapi arus globalisasi yang dampak negatifnya selalu menyerang kita, terutama dalam nilai-nilai positif dalam ajaran agama yang kian memudar, kita semakin malas dan sibuk di dunia game, dan itu semua terjadi karena kurangnya pendidikan spiritual yang kita miliki". Fungsi spiritual sangat penting bagi setiap orang karena bisa meningkatkan kesadaran kita akan kepedulian. Dan rasa peduli itulah yang harus kita tanamkan terhadap masyarakat ini, sebab Indonesia bisa lebih maju jika masyarakat nya saling peduli terhadap masyarakat dan lingkungan nya. Ancaman yang membahayakan bukan berasal dari luar, namun dari dalam. Bukan dari kekerasan tetapi dari kesadaran. Dan untuk menumbuhkan kesadaran itulah kita butuh pada seorang yang mengingatkan, dan saya rasa itulah para ulamak. Betapa besar jasa para ulamak yang menanamkan spiritual di nusantara dengan dakwah nya, diantaranya dengan membuat pondok-pondok. Dan saya rasa itulah langkah yang paling tepat untuk memajukan Indonesia. Karna dari pondok lah dapat memunculkan kader-kader ulamak yang akan mendidik spiritual dalam tanah air ini. Ulamak disini yang saya maksud bukan hanya ulamak yang berlabel MUI atau ulamak yang nggk ngerti akan fungsi islam yang sebagai rahmatan lil alamin sehingga banyak santrinya yang jadi teroris, kapitalis dll. Namun ulama yang dapat menghadapi tantangan milenial dengan ajaran yang dibawahnya, dan tetap berjiwa nasionalis. Jiwa Nasionalis inilah yang sering dilupakan, sehingga banyak ulamak yang menggebu2 untuk menjadikan Negara ini sebagai Negara islam, ia nggak tahu akan sebuah kemaslahatan, Dan kebanyakan yang seperti itu merupakan ulamak yang nggak bisa baca kitab kuning, nggak pernah mondok, nggak tahu seluk beluk islam. Sebab dalam banyak kitab sudah di sebutkan bahwa kita harus mencintai Negara kita, dan taat pada pemimpin. Dan itulah ajaran islam yang sebenarnya. namun saya nggak akan membahas lebar tentang ulamak yang sekarang, tapi yang harus kita fikirkan bersama adalah bagaimana menciptakan generasi milenial agar menjadi ulamak milenial. Dan saya rasa peran pemerintah saat ini sangat di butuhkan, karena pemerintahlah wadah yang paling berkuasa dalam menanggapi permasalahan Negara. Dan kurangnya spiritual dalam Negara ini saya kira merupakan permasalahan terbesar. Karena jika bangsa itu sudah bagus tapi masyarakatnya nggk peduli terhadap sekitar maka bangsa tersebut akan hancur dengan menurunya sikap nasionalis karna sudah tak peduli terhadap negaranya. Sikap pemerintah harus cermat dalam menanggapi masalah ini, pendidikan harus lebih diutamakan baik itu dari sekolah negeri atau swasta. Dan lebih diutamakan lagi sekolah yang ada di pondok pesantren. Karena spiritual banyak di ajarkan di pesantren, dan saya berpendapat bahwa antara pesantren dan sekolah non pesantren ini harus dipadukan. Karena jika dipadukan kebutuhan pendidikan bisa seimbang. Misalnya mengambil guru dari pesantren untuk dikirim ke sekolah non pesantren dengan mengajarkan spiritual, atau dari guru non pesantren seperti PNS di tugaskan di pesantren untuk mengajarkan pengetahuan luar seperti bahasa, ekonomi, dll. Memikirkan gaji para pengajar baik dalam pesantren atau non pesantren, sebab permasalahan gaji ini sering kita jumpai dalam pesantren yang pengajarnya hanya memperoleh gaji sedikit dan perbedaanya sangat jauh dengan PNS, mengapa? Padahal mereka sama-sama berjuang untuk Indonesia. Atau dengan memberi penghargaan para murid dengan seringnya mengadakan perlombaan biar kita tahu kualitas para santri dan murid dari luar, bahkan kita bisa adu fikiran buat mereka untuk hal-hal positif . perlombaan bisa membuat santri bersaing secara sehat. Atau pemerintah bisa mensisipi ilmu spiritual dalam setiap lembaga dengan menjadikan kurikulum wajib, atau setidaknya menyarankan ada ekstra tersendiri untuk ilmu ini. Sehingga generasi kita menjadi generasi yang peduli akan masyarakat dan lingkungan yang di sandarkan kepada tuhan.dan seperti itulah yang akan menjadi ulamak millennial. Karena jika paham akan spiritual, secara tidak langsung orang akan mengikuti kita karena rasa peduli kita terhadap sesama. dan saat itulah di akui atau tidak kita menjadi ulamak. Dan tantangan besar untuk jadi ulamak milenial, sebab dunia milenial sangat penuh dengan kebohongan. Ulamak milenial Tidak gampang terprovokasi oleh suatu pihak, sabar dan tenang, sebab sudah berkeyakinan kuat bahwa semakin tinggi derajat seseorang semakin banyak pula cobaan. Dan berkreatif sebagus mungkin. Ulamak milenial harus berjiwa yang kuat terhadap berbagai cacian, tuduhan, dll. Yang benar di fitnah salah, yang salah di anggap benar sebab semuanya berkaitan dengan politik. Yang paling pintar memainkan nya lah yang menang. Dan ulamak milenial harus mengetahui ilmu2 kepolitikan tersebut. Politik sekarang kita anggap saja sebagai budaya sehingga untuk menjadikan indonesia harus terjun dulu dalam dunia tersebut, akan tetapi merubah isi yang tidak baik dari budaya tersebut sehingga jadi suatu isi yang baik. Dan dakwah tersebutlah yang telah di contohkan wali songo dan terbukti sukses membawa islam ke indonesia tanpa pertumpahan darah. konsep islam nusantara ini harus di pahami dalam-dalam. Karena di situ terdapat banyak nilai nilai positif dan kalau dikaitkan dengan islam zaman nabi sangat terpadu. Untuk itu generasi ulamak harus menguasai berbagai ilmu dan paling penting mempunyai spiritual yang mendalam, sebab percuma jika banyak ilmu namun kita nggak berspiritual, malah akan jadi rusak karena memainkan ilmu nya untuk hal hal yang negatif. Sebaliknya, jika kita mempunya spiritual kita akan selalu ingat bahwa apapun yang kita kerjakan ini di awasi oleh tuhan sehingga kita selalu berhati hati dan tidak akan melanggar perintahNya. Dan untuk menciptakan generasi tersebut bukan hal yang sepele. Butuh perjuangan keras dari berbagai pihak. Dan pemerintah lah yang paling bisa berperan untuk saat ini. Karna indonesia ini negara yang berparadigma simbiotik yang berlandaskan pancasila dan UUD 45. Jadi harapan kami ialah antara ilmu negara dan ilmu agama harus terrelasikan sehingga tercipta seorang ulamak yang paham betul berbangsa dan bernegara, berpolitik, dan berjiwa spiritual, sehingga mampu menciptakan generasi yang lebih baik lagi dari dirinya dengan dakwah nya baik itu di formal atau non formal.
Komentar
Posting Komentar