Ultah 19
Hari ini 12 juli 2019 aku memperingati hari dimana aku telah berada dunia ini selama 19 tahun. "Kog cepet ya," kata-kata itulah yang muncul dalam benak ku. Sambil terheran-heran aku mulai berfikir "banyakan mana perbuatan baik dan jelek ku selama ini?" kurenungi dalam dinginya malam membuatku tersadar akan jawaban dari fikiran ku yang tadi sempat menggelisahkanku. Jawaban itu membuat ku terbaring lemas di kasur yang menemaniku saat ini. "Adakah hal baik yang kita banggakan selama ini, mengingat sangat banyaknya hal buruk yang kita lakukan?" berbagai pertanyaan otomatis muncul dalam fikiran ini. Dan terus menganggap hinanya diri ini sampai2 aku bertanya "mengapa aku berada di dunia yang kejam ini". "Banyak ilmu yang telah ku ketahui namun mengapa...." kata2 ini terhenti karna sudah tak kuat nya diri ini melanjutkanya. Aku terbaring sangat lemas bahkan untuk berfikir pun aku sudah tak sanggup lagi. Hanya Sunyi gelap dan kosong lah yang ada dalam diri ini."Tek tek tek" terdengar suara obrakan subuh yang membuatku kaget apalagi masih terheran kejadian malam tadi. Namun aku tetap bangun dan menyiapkan diri untuk pergi ke masjid mengingat itu sudah kewajiban yang telah ditetapkan. Aku berjalan dari rusun menuju masjid dengan perasaan yang masih di selimuti oleh kegelisahan. Terus berjalan dan akhirnya langkah ku terhenti menatap bangunan yang sudah 4 tahun menemaniku. Pikiran pun mulai melaju kesana dan kemari. lalu "he ayo, ojok nglamun, awas kesurupan kon" ucap temanku yang membangunkanku dari lamunan ini. "Oh iya ayo-ayo" jawabku sambil meneruskan langkahku menuju kubah biru yang bangunanya sangat indah dan nyaman ketika berada di dalamnya. Kuikuti wadhifah-wadifah dengan sebisa mungkin untuk khusuk. namun sekali lagi, fikiran itu mulai muncul lagi, sehingga otak pun mulai tak karuan, sehingga aku tertidur dalam posisi ku yang lagi berdzikir yaitu duduk bersila. "Tek tek tek" terdengar suara pengurus yang mengagetkanku. "Ayok2 pindah ke pesarean" seruan dari pengurus yang menyadarkan ku bahwa ternyata hari ini adalah hari jumat. Kulihat semua santri mulai masuk ke pesarean yai dan aku pun mulai mengikutinya. Terjadi kegelisahan lagi tatkala aku menatap pesarean dari seorang guru yang membimbing rohani setiap santri. Ya, beliau lah yai asrori al ishaqi. Sambil terdengar suara istighosah semua fikiran yang ku gelisahkan dari tadi malam mulai muncul dalam otak ini. Semuanya bercampur aduk sehingga diri ini mulai tak terkendali. "19 tahun aku berada di dunia ini, dan apa yang kita peroleh dari 19 tahun itu?, jikalau aku terus menumpuk amal kejelekan apa mending nggk MATI saja diri ini?".
fikiran-fikiran itu telah menyelimuti diriku. Aku memandang terus pesarean beliau, dan yang ku takutkan hanya lah ilmu yang gak barokah karena banyak nya pelanggaran yang telah ku perbuat selama mondok. Terus ku pandangi.... Sampai fikiran ku mulai kosong 100%, biasanya pada saat seperti ini aku tertidur, namun tak tahu mengapa aku tidak bisa tidur. Lama kupandangi, akhirnya tak tahu dari mana ada sedikit cahaya yang tiba2 ingin membantu menerangi diriku. Ku jelajahi cahaya itu sehingga mulai melebar sedikit demi sedikit. Cahaya itu ialah perkataan2 dari beliau yang pernah kudengar di internet atau dari ustad2 yang pernah ketemu langsung dengan beliau. Saya simpulkan bahwa "meskipun diri kita masih jelek, masih hina namun itu bukan berarti kita nggk selamat kelak di akhirat. Pengujung yang menjadi penentu kita ialah ketika ajal menjemput kita. Apakah khusnul khotimah?, atau su'ul khotimah?. Kita masih di beri kesempatan untuk bertobat. Namun kita tetap di tuntut untuk berhati-hati sebab kita tak tahu kapan ajal menjemput kita", dan beliau telah dawuh"Ingkang dados pengajeng ajeng kulo panjenengan sedoyo, ngantos purun ndèrèk kempal kempal kados mekaten niki, niku nopo sih ? Cuma setunggal mawon. Nopo ? ......
MBESOK, WAKDAL WONTEN ING ALAM AKHIRAT, MENAWI KULO SING SELAMET, KULO BAKAL MADOSI JENENGAN. MENAWI JENENGAN INGKANG SELAMET, TULUNG, KULO ,JENENGAN PADOSI" sampai begitunya beliau meskipun sudah di maqom yang tinggi masih nggk menjamin diri nya selamat, sehingga beliau menuturkan kepada kita untuk kumpul2 bersama orang yang soleh, ikut majlis dll. Dan semoga diri ini di berikan istiqomah berkhidmah kepada beliau, semoga di umur yang 19 ini kedepanya semakin berkah, dan apa yang menjadi hajat saya, kalau itu memang baik bagi saya terkabulkan berkat barokah dari beliau amiin. Dan salah satu motivasinya lagi yaitu: "dalam keadaan apapun kita harus selalu mengabdi dan berkhidmah serta menghamba kepada allah swt. Baik ketika di puji atau di cela, baik ketika hina atau mulia, baik masuk surga atau tidak". Romo kh. Asrori al ishaqy
fikiran-fikiran itu telah menyelimuti diriku. Aku memandang terus pesarean beliau, dan yang ku takutkan hanya lah ilmu yang gak barokah karena banyak nya pelanggaran yang telah ku perbuat selama mondok. Terus ku pandangi.... Sampai fikiran ku mulai kosong 100%, biasanya pada saat seperti ini aku tertidur, namun tak tahu mengapa aku tidak bisa tidur. Lama kupandangi, akhirnya tak tahu dari mana ada sedikit cahaya yang tiba2 ingin membantu menerangi diriku. Ku jelajahi cahaya itu sehingga mulai melebar sedikit demi sedikit. Cahaya itu ialah perkataan2 dari beliau yang pernah kudengar di internet atau dari ustad2 yang pernah ketemu langsung dengan beliau. Saya simpulkan bahwa "meskipun diri kita masih jelek, masih hina namun itu bukan berarti kita nggk selamat kelak di akhirat. Pengujung yang menjadi penentu kita ialah ketika ajal menjemput kita. Apakah khusnul khotimah?, atau su'ul khotimah?. Kita masih di beri kesempatan untuk bertobat. Namun kita tetap di tuntut untuk berhati-hati sebab kita tak tahu kapan ajal menjemput kita", dan beliau telah dawuh"Ingkang dados pengajeng ajeng kulo panjenengan sedoyo, ngantos purun ndèrèk kempal kempal kados mekaten niki, niku nopo sih ? Cuma setunggal mawon. Nopo ? ......
MBESOK, WAKDAL WONTEN ING ALAM AKHIRAT, MENAWI KULO SING SELAMET, KULO BAKAL MADOSI JENENGAN. MENAWI JENENGAN INGKANG SELAMET, TULUNG, KULO ,JENENGAN PADOSI" sampai begitunya beliau meskipun sudah di maqom yang tinggi masih nggk menjamin diri nya selamat, sehingga beliau menuturkan kepada kita untuk kumpul2 bersama orang yang soleh, ikut majlis dll. Dan semoga diri ini di berikan istiqomah berkhidmah kepada beliau, semoga di umur yang 19 ini kedepanya semakin berkah, dan apa yang menjadi hajat saya, kalau itu memang baik bagi saya terkabulkan berkat barokah dari beliau amiin. Dan salah satu motivasinya lagi yaitu: "dalam keadaan apapun kita harus selalu mengabdi dan berkhidmah serta menghamba kepada allah swt. Baik ketika di puji atau di cela, baik ketika hina atau mulia, baik masuk surga atau tidak". Romo kh. Asrori al ishaqy
Komentar
Posting Komentar